Biografi tentang ibuku

Assalamualaikum

Dalam kesempatan kali ini aku ingin menceritakan bagaimana sosok bidadari tanpa sayap yang selalu ada di saat aku susah, sakit, sedih, bahkan dia yang menjadi alasan aku untuk bangkit dari kegagalan dan berjuang lagi. Ia dia adalah ibuku, Ibu merupakan sosok yang akan selalu aku banggakan dan aku hormati sepanjang hidupku. Ibu adalah orang yang melahirkanku ke dunia. Ibu adalah wanita yang sangat aku cinta. Ia adalah wanita yang telah membesarkanku, merawatku, mendidikku, dan orang yang sangat aku kagumi. Ia adalah wanita yang sangat tangguh, penyayang, penyabar, pantang menyerah, dan tiada kasih yang terputus darinya untukku. Walau bagaimana nakal dan seringnya aku tidak mendengarkan perkataannya atau bahkan tanpa sengaja aku menentang perkataannya, tetapi ibu tetap memaafkan dan tetap menyayangiku Menurutku, kasih ibu tiada pernah ter bayarkan oleh apa pun selain bagaimana kita bisa membuatnya bangga. Prioritas pertamaku di dalam hidup ini adalah ingin  membuat ibu dan ayahku bangga, dan aku ingin memberikan mereka kebahagiaan dimasa tuanya nanti. Jangan mentang-mentang aku menceritakan biografi tentang ibuku kalain pikir aku tidak mengidolakan ayahku, ayahku tetaplah menjadi idola pertamaku sepanjang hidupku, tapi sekarang aku ingin menceritakan biografi tentang ibuku saja🙂


Ibuku bernama Rina. Orangnya tidak terlalu tinggi dan sedikit gemuk😂 bukan sedikit sih tapi ibuku memang gemuk. Bagaimana tidak gemuk keluargaku kan di kenal sebagai keluarga yang hobi sekali makan, tapi aku heran ayah, ibu, beserta kakakku saja badannya bisa gemuk kenapa aku enggak ya? Padahal kan hobi kita samaL ah sudahlah kita tinggalkan dulu cerita itu kita lanjut lagi cerita tentang ibuku. Ibuku tidak seperti wanita lain yang ingin diet demi mempunyai berat badan yang ideal, buat ibuku kecantikan bukanlah dari seberapa langsingnya badan seseorang tapi kecantikan ialah seberapa bersih hati dan akhlakmu.  ibuku orang yang sederhana, walau pun dia terlahir dari keluarga yang berkecukupan, tapi dia tidak pernah menyombongkan dirinya, karna dia tahu Lama kelamaan harta akan habis jika salah di pergunakan, jadi untuk apa menyombongkan diri. Ibuku anak bungsu dari 6 bersaudara , sebenarnya saudara ibuku lebih dari 6 orang tapi kata ibuku saudaranya banyak yang sudah meninggal ada yang meninggal pada saat remaja, dan ada juga yang meninggal saat masih kecil. Tak bisaku bayangkan berapa banyaknya saudara ibuku jika hidup semua, akanku pastikan, pasti rumahku akan ramai di penuhi saudara dan keponakan dari ibuku saja. Walau sekarang saudara ibuku hanya 6 orang tetapi rumahku tetap di penuhi oleh para sepupuku karna abang dan kakak dari ibuku mempunyai anak yang banyak, hanya ibuku saja yang memiliki dua anak. Ya sebenarnya seberapa pun anak, kita  juga harus mensyukurinya toh anak kan pemberian dari tuhan.


Ibuku sudah tidak muda lagi, ia lahir pada tanggal 10 mei 1973, namun ia tetap semangat dan pantang menyerah dalam melakukan rutinitas setiap hari. Bila ada waktu luang, ibuku sangat memanfaatkannya untuk membaca buku. Walaupun, ibuku tidak lulusan dari perguruan tinggi, tapi ia tidak buta huruf, dia juga pintar, bagiku ibu adalah guru pertama yang mengajariku bagaimana cara membaca dan berhitung. Ibu juga mudah dalam mempelajari hal-hal baru. Ya walaupun pendidikan ibu tidak sampai ke jenjang yang lebih tinggi tetapi pemikiran dan pemahaman ibuku seperti orang-orang yang pernah duduk di bangku universitas. Bahkan ibuku bisa menjadi dokter di rumahku dia bisa memahami dengan baik apa fungsi obat-obatan hanya dengan sekali penjelasan saja . Hebat sekali ibuku, mungkin jika dulu ibuku tidak sering sakit-sakitan dan jika kakekku masih hidup mungkin ibuku akan menjadi seorang bidan atau bahkan ibuku bisa menjadi seorang pengadil, karna ibuku bijak sekali dalam menyelesaikan masalah. Ya sekolah ibu terputus karna ibuku sering sakit-sakitan dan kekurangan biaya semenjak kakekku meninggal, semenjak itu ibuku tidak lagi melanjutkan sekolahnya.

Ibuku tipe orang yang mandiri, dia tidak ingin hanya berdiam dan menikmati hasil kerja ayahku saja. Kalau di pikir-pikir untuk apa ibuku bekerja toh diakan anak orang kaya untuk apa dia banting tulang, toh ayahku bekerja juga untuk menafkahinya untuk apa dia capek-capek buat bekerja, kalau di pikir-pikir diakan cuman jadi ibu rumah tangga untuk apa memiliki pekerjaan dan memegang uang yang banyak, toh kodrat perempuan hanya mengurusi rumah, anak, dan juga suami tidak perlu bekerja. Buat ibuku itu pemikiran orang-orang yang tidak mau berusaha dan hanya mengandalkan hasil dari suaminya saja. Bagi ibuku dia tidak masalah bekerja sambil mengurusi anak dan suami toh itu memang kewajibannya, ibu juga tidak memedulikan omongan di luar sana yang sering mengatakan dulu hidup enak masak sekarang setelah menikah banting tulang cari uang. Buat ibuku dia tidak masalah bekerja dan membantu perekonomian keluarga, toh dia juga yang menikmati hasilnya, dia bekerja juga untuk dirinya, untuk makan keluarga. Aku bangga dengan ibuku dia bisa menolak pemahaman orang-orang kampung tentang wanita hanya perlu diam di rumah dan tidak perlu mempunyai pendidikan tinggi. Buat ibuku sebuah pendidikan sangat lah berarti untuk para wanita, karena wanita sering sekali dibodohi dan dibohongi oleh para laki-laki. Wanita juga berhak memiliki pendidikan yang lebih tinggi bukan hanya laki-laki, wanita juga berhak di hormati bukan hanya laki-laki, dan wanita juga bisa setara dengan laki-laki. Ibuku tidak pernah membeda-bedakan kedudukan laki-laki dan perempuan buatnya laki-laki dan perempuan itu sama, sama-sama harus di hormati.

Buat ibuku pendidikan sangat lah berarti, makanya dia rela bekerja membatu ayahku agar aku dan kakakku bisa sampai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dia tidak ingin nasib kami sama sepertinya harus putus sekolah karena keterbatasan ekonomi yang menurun. Ibuku selalu menaruh harapan kepada aku dan juga kakakku, dia selalu ingin melihat kami menjadi seseorang yang berguna untuk masyarakat dan negara, dia juga selalu ingin melihat kami memakai baju toga pada hari wisuda nanti sungguh besar sekali harapan ibuku untuk kedua anaknya. Ibuku juga selalu menuruti segala keinginanku, dia selalu ingin aku merasa berkecukupan, walaupun nasibku tidak seberuntung ibuku waktu ia masih kecil tapi dia tetap akan menjadikanku seperti dimasa ia masih kecil, dimana ketika ia menginginkan sesuatu dia akan mendapatkannya.

Prinsip ibuku wanita yang mempunyai kariernya sendiri dan tidak selalu bergantung dengan laki-laki adalah wanita yang hebat. Itu lah prinsip yang selalu di tanamkan kepadaku dan juga kakakku. Jika seorang laki-laki bisa melakukannya tidak berarti wanita juga tidak bisa melakukannya. Buat ibuku wanita dan pria sama kedudukannya. Mereka juga sama-sama harus dihormati jadi jangan selalu berpikir jika hanya pria saja yang boleh mempunyai pendidikan tinggi sedangkan wanita tidak. Wanita mempunyai pendidikan tinggi juga untuk anaknya nanti, dia kan akan menjadi guru pertama untuk anaknya. Jadi tolong buang jauh-jauh pikiran kalian tentang wanita tidak perlu memiliki pendidikan tinggi.

Ibuku adalah wanita yang sangat tangguh, wanita yang sangat aku cintai, wanita yang sangat berarti dalam hidupku, tanpanya aku tidak akan pernah ada didunia dan tanpanya pula aku tidak akan pernah menjadi seperti ini. Aku bangga mempunyai ibu sepertinya.

Ibu yang selalu aku banggakan, ibu yang selalu bisa membuat anak-anaknya bahagia, dan demi kebahagiaan anak-anaknya bapak dan ibu harus bekerja keras setiap hari. Ibuku tidak pernah bermalas-malasan karena ibuku tahu bahwa kesuksesan akan tercapai jika kita rajin berusaha dan berdo’a, itu yang ibu ajarkan kepadaku.

Terima kasih ibu

Terima kasih atas semua pengorbananmu selama ini, terima kasih telah menjadi ibu yang hebat untukku, terima kasih telah menyayangiku, terima kasih telah melahirkanku, dan terima kasih telah sabar dalam mendidikku.

Apa kau tahu, Duniaku akan menjadi tidak berarti lagi ketika engkau tidak ada di sampingku dan ketika aku tidak lagi melihat senyuman yang selalu menjadi penyemangatku di setiap hari-hari yangku lalui.

Tolong tetap temani aku dalam berjuang, tolong tetap di sampingku sampai aku sukses dan bisa membahagiakan serta membanggakanmu. Tolong temani langkahku dalam mewujudkan impianku dalam meraih baju yang ingin sekali kau lihat aku memakainya dan tolong temani aku dalam meraih gelar sarjanaku nanti. 

Sekali lagi terima kasih ibu atas segala yang telah kau berikan untukku.

ILOVE YOU MOM 


Aku rasa cukup sekian biografi tentang ibuku, jika menurutkan hati tak habis-habis rasanya menceritakan tentang sosok bidadari tanpa sayap ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang dengan sudi untuk singgah dan membaca biografi tentang ibuku🙂. Tunggu ceritaku berikutnya ya kawan🙂


Komentar